Tampilkan postingan dengan label masalah BMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masalah BMI. Tampilkan semua postingan

30 Januari 2009

Indonesian maid survived a 10ft drop from the first-floor balcony

Daily Express (E. Malaysia), 29 January, 2009

Potato grower's shock find in Tebobon river

Kota Kinabalu: A vegetable planter was shocked to find the body of a woman floating in the river next to his land at Kg Tebobon in Menggatal, Tuesday. Rosli, 50, was clearing the plot to plant potatoes when he noticed something in the water at about 11am.

"I realised that it was a body and ran to get help from other villagers," he said. Police were alerted. The woman, who is believed to have drowned, was identified as Mudia Sulatan from Kg Loboh I, about two kilometres upriver.

The deceased's 24-year-old son, Aide Lunsing, said the last time he saw her was last Sunday evening.

"I went out to look for my mum on Tuesday É I had an uneasy feeling about her," he said, pointing out his mother had on several occasions in the past gone out for gatherings at friends' houses and returned home only after several days.

He got the news about a woman being found in the river from villagers soon after the body was found. A police team led by Insp Vinges was at the scene to investigate.

Meanwhile, an Indonesian maid survived a 10ft drop from the first-floor balcony of a house in Taman Suria, Kepayan, Tuesday.

The 27-year-old maid was wiping the windows when she slipped at about 10am. Paramedics came shortly after the houseowner made a call and the maid was taken to the hospital. She was discharged, albeit a little shocked, later the same day.

22 Januari 2009

43 TKI Jadi Jutawan Mendadak

Republika Newsroom, 22 Januari 2009

KUALA LUMPUR -- Sebanyak 43 TKI dalam waktu 50 hari setelah kartu sukses diluncurkan oleh Celcom Bhd telah menjadi jutawan karena memenangkan hadiah Rp50 juta setelah berhasil menjawab pertanyaan pengetahuan umum tentang Indonesia.

"Warga Indonesia atau TKI yang menelpon ke Indonesia sebesar 10 ringgit maka kami berikan pertanyaan. Siapa yang memberikan jawaban paling cepat maka dia berhak mendapat uang Rp50 juta rupiah," kata Wakil Direktur Pemasaran Celcom, Zaeman Aefendy di Kuala Lumpur, Kamis.

Dalam jumpa pers itu, Celcom membawa dua TKI/WNI dari 44 orang yang memenangkan hadiah Rp50 juta rupiah yakni Poniman TKI, 43 Thn, asal Jember dan Ibu Ary Andriyanti, 29 Thn, asal Cirebon Jawa Barat. "Jadi ini bukan undian karena yang menang adalah yang paling cepat memberikan jawaban atas pertanyaan pengetahuan umum tentang Indonesia setelah pelanggan kami menelpon ke Indonesia sebesar 10 ringgit," katanya.

Celcom sejak 8 Desember 2008 meluncurkan kartu Sukses (prepaid) bagi TKI untuk meraih sebanyak mungkin warga dan pekerja Indonesia di Malaysia menggunakan kartu Celcom. Celcom adalah anak perusahaan TM (Telekom Malaysia) yang melayani jasa telepon seluler.

"Berdasarkan analisa pasar kami, setiap bulan warga atau pekerja Indonesia menghabiskan 100 ringgit (Rp310.000) per bulan untuk komunikasi seluler, baik panggilan maupun SMS. Dan setiap tahun ada 2,5 juta pelanggan telepon seluler di Malaysia warga Indonesia," kata Zaiman.

Jadi potensi pasar telekomunikasi warga atau pekerja Indonesia di Malaysia sangat besar. Selain itu, cukup besar pembelanjaan warga Indonesia untuk ringtone dan screen HP. "Kami berupaya menjadikan Celcom sebagai penguasa pangsa pasar seluler untuk warga atau pekerja Indonesia di Malaysia. Kami menjadikan group musik Dewa sebagai ikon sebagai indikator bahwa kami berusaha kuat leading di segmen pasar warga Indonesia," tambah dia.

Sedekah
Poniman TKI asal Jember yang tinggal di negara bagian Perak, berjanji akan mengalokasikan uangnya sebesar Rp15 juta dari Rp50 juta yang akan diterima untuk disumbangkan ke masjid. "Masing-masing sebuah masjid di Jember dekat dengan rumah saya, Rp5 juta lagi untuk masjid dekat rumah istri saya, Rp5 juta untuk masjid dekat rumah orang tua saya. Sisanya Rp35 juta saya akan gunakan untuk pulang kampung ke Jember," kata Poniman, seorang buruh bangunan.

"Saya seperti tidak percaya ketika menerima SMS bahwa saya memenangi hadiah Rp50 juta dari Celcom karena dikirim via SMS saja. Tapi kini telah menjadi kenyataan," kata Poniman sambil tertawa dan terharu.

Hal yang sama dikemukan oleh Ary Andriyanti yang telah menjadi ibu rumah tangga karena menikah dengan lelaki warga Malaysia. Ia sudah menjadi pelanggan Celcom sejak tahun 2005 dan dua hingga empat kali seminggu menelpon ke Cirebon. "Sebagian uang saya akan sumbangkan kepada anak-anak yatim kemudian digunakan untuk balik kampung ke Cirebon," kata Ary. ant/is