17 November 2009
Warga Miskin Protes Pembagian Raskin
Rabu, 18 Nopember 2009
Bondowoso-Surya- Pendisrbusian jatah beras miskin (Raskin) dari pemerintah, diprotes warga miskin Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan. Mereka memprotes, karena pembagian jatah raskin dinilai tidak memihak terhadap warga miskin dan hanya mementingkan perangkat Desa.
"Tiap warga miskin, hanya mendapatkan jatah raskin sebanyak 6 kg setiap bulannya. Sedangkan perangkat desa masing masing mendapatkan jatah 3 hingga 4 sak raskin," ungkap Sufan Yauasta salah seorang Kaur Bagian Desa Prajekan Lor saat ditemui Surya di kantornya, Selasa, (17/11).
Akibat perbedaan pembagian jatah raskin itu, kata Sufan, dirinya sering kali dihujat atau dicemooh oleh warga miskin yang ada di Desa Prajekan tersebut.
"Beras itu bukan untuk perangkat desa, melainkan untuk warga miskin," kata Sufan menirukan protes warganya.
Tragisnya, lanjut Sufan, proses pembagian raskin untuk perangkat itu, ternyata dilakukan pada saat warga miskin mengambil jatah raskin di Balai Desa. Sehingga warga miskin mengetahui secara langsung proses pembagian raskin itu.
"Kasihan mas, masak ada perangkat yang dapat jatah sebanyak 35 sak. Padahal setiap saknya, beras itu beratnya mencapai 15 kilogram," jelas Sufan.
Sekretaris Desa Prajekan Lor, Arifin mengaku juga sering kali menerima adanya keluhan pembagian jatah raskin itu, namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti terkait pembagian raskin itu, karena sudah ada petugas penyalur raskinnya.
"Saya sudah pernah mengajukan permohanan, agar petugas raskin segera dibentuk. Tapi kenyataanya sampai sekarang belum juga dibentuk," kata Arifin.
Koordinator penyalur raskin Desa Prajekan Lor, Ida Murtiani membantah adanya pembagian raskin untuk perangkat desa yang mencapai 3 hingga 4 sak itu.
"Itu semua tidak benar, karena semua beras itu telah didistribusikan kepada warga miskin," kilah Ida Mutiani saat dihubungi via telepon, kemarin. st 6
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar