09 November 2009

Pembentukan Komite Penanggulangan Kemiskinan


Upaya Salurkan Subsidi Tepat Sasaran
Jumat, 06 November 2009
Penulis : Marchelo

JAKARTA--MI: Pembentukan Komite Penanggulangan Kemiskinan yang ditujukan untuk mengorganisir subsidi agar sesuai sasaran disambut positif. Hal itu dikarenakan selama ini penyaluran subsidi dinilai belum tepat sasaran.

Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar mendukung kebijakan pembentukan lembaga ini asalkan dapat memfokuskan penyaluran subsidi. Namun jika dirasa menambahkan biaya dan ujung ujungnya mengurangi nilai subsidi, pembentukan lembaga ini harus dipikirkan ulang oleh pemerintah. "Kalau menambah cost dan memengaruhi jumlah subsidi yang dibagikan, ya janganlah," ungkapnya, Jumat (6/11).

Ia melihat bahwa pemerintah ingin mengubah sistem penyaluran subsidi melalui komite itu. Ia mencontohkan selama ini Pertamina kesulitan dalam membagikan subsidi BBM. "Sulit buat Pertamina karena tugas komersial dan sosialnya bertabrakan," ujarnya.

Dalam kesempatan lain, pengamat ekonomi Chatib Basri menyampaikan hal yang serupa mengenai tidak tepatnya sasaran pemberian subsidi. Ia pun menyarankan sebaiknya pemerintah menyalurkan subsidi melalui bantuan langsung tunai (BLT) daripada melalui subsidi barang. "Gak, belum tepat. Yang tepat itu subsidi orang seperti BLT daripada subsidi BBM," katanya.

Chatib melanjutkan bahwa sebenarnya subsidi tunai langsung yang sudah diterapkan pemerintah menjadi bahan percontohan dunia. "Dalam komunike G-20, cash transfer di Indonesia ini malah akan dicontoh negara-negara di dunia, makanya saya heran ini dimaki di domestik tapi dipuji di dunia," ujarnya.

Chatib mengakui belum bisa memprediksi efisiensi Komite Penanggulangan Kemiskinan ini karena konsep teknisnya belum pasti. Namun menurutnya, lembaga tersebut dapat menyalurkan subsidi sesuai target, yaitu membantu masyarakat miskin. (*/OL-03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar