26 Mei 2009

Diburu, Jumlah PSK Kian Banyak


BERITA KOTA
Sabtu, 23 Mei 2009


JAKARTA, BK
Banyak faktor yang mendorong wanita menggumuli pekerja seks komersial (PSK). Masalah utama adalah ekonomi. Walau Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan razia, jumlah wanita nakal malah kian banyak. Unit Pelaksana Teknis Panti Sosial Bina Karya Harapan Mulia (UPT PSBKWHM) Kedoya, Jakarta Barat mengindentifikasi setidaknya 20 titik sarang prostitusi liar di Ibukota.

Haris Fadhillah, Kasubag Tata Usaha PSBKWHM, Jumat (22/5) memaparkan, tahun ini jumlah PSK di Jakarta mengalami peningkatan cukup signifikan. 'Kupu-kupu malam' itu lebih banyak di kawasan Jakarta Barat, seperti Tamansari dan Tambora. Bahkan, Monas yang merupakan taman kebanggaan warga Ibukota pun menjadi tongkrongan wanita penjaja cinta. Mereka juga berkeliaran di kawasan Kemayoran, Gunungsahari, Senen, Cempakaputih, Jl Falatehan, kawasan Blok M, Taman Viaduct, Rawamalang, dan lainnya.

"Kami berkerja sama dengan SatPol PP melakukan razia pada malam hari," ungkap Haris. Walau demikian, jumlahnya makin membengkak. Kalau Jakarta mau bersih dari PSK, kata dia, harus dilakukan razia secara rutin dan tepat sasaran. Sepanjang Februari hingga April sebenarnya sebanyak 110 PSK terjaring. Mereka rata-rata usia produktif antara 15-40. Setelah mendapat pembinaan, kini tinggal 61 orang di dalam panti itu. Selama dikurung para  wanita tunasusila diberikan pelatihan dengan harapan meninggalkan profesinya setelah keluar dari panti.

Lia, salah seorang dari mereka mengaku terjaring Febuari lalu ketika nongkrong di Falatehan, Blok-M. "Di sini kami diberi keterampilan menjahit, tataboga, dan bimbingan rohani. Saya sudah tiga bulan di sini,  cukup membosankan karena tidak bisa keluar, dikurung seharian. Biasanya kan bebas mau kemana aja, sekarang begini- begini saja. Saya sangat berharap bisa keluar, tapi tidak bisa berbuat banyak. Jalani aja, yang jelas saya kapok tinggal di panti," tambah Lia. O pkl-3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar