27 Januari 2009

Belasan Ruko di Pontianak Terbakar

26/01/09 14:00

Pontianak (ANTARA News) - Lebih kurang 15 unit rumah toko (Ruko) di Pasar Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, terbakar pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut seorang saksi mata H. Suhri (55), sumber kebakaran diduga berasal dari sebuah rumah makan Padang yang kompor gasnya meledak.

Sebagian besar Ruko yang berbahan kayu itu menyebabkan api cepat membesar dan dalam waktu hanya 30 menit api sudah menghanguskan puluhan ruko.

Besarnya kobaran api memaksa institusi berwenang tidak hanya mengerahkan mobil dan petugas pemadam kebakaran dari Jungkat dan Siantan, tetapi juga mendatangkan puluhan mobil pemadan beserta petugasnya dari Kota Pontianak.

Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian atau sekitar pukul 10.00 WIB. Secara kebetulan di dekat lokasi kebakaran terhadap parit, sehingga petugas tidak kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api.

"Tetapi kami tetap kewalahan karena api sangat cepat membakar seluruh bangunan Ruko yang sebagian besar terbuat dari kayu," kata A Piau, salah seorang petugas pemadam kebakaran.

Kepala Kepolisian Sektor Jungkat, AKP, Antoni Pelamonia, mengatakan, belum bisa memastikan sebab-sebab kebakaran.

"Kita memang mendapat informasi api berasal dari rumah makan Padang, tetapi untuk membuktikannya kita masih memerlukan bukti-bukti lainnya," katanya.

Musibah yang tidak sampai menimbulkan korban jiwa manusia itu telah menyebabkan penghuninya mengungsi ke rumah keluarga atau saudara mereka.

Link: http://www.antara.co.id/arc/2009/1/26/belasan-ruko-di-pontianak-terbakar/

Indonesian worker trapped in Gaza to arrive in Jakarta Tuesday

01/27/09 06:17

Jakarta (ANTARA News) - An Indonesian femmale worker, Umi Saodah, who was trapped in the Gaza Strip when Israel attacked Palestine, is scheduled to arrive in Jakarta on Tuesday, January 26, 2009.

The Indonesian Embassy in Cairo said on Monday that Saodah was slated to arrive at Cengkareng Soekarno-Hatta airport here at 1.30 pm.

Saodah who hailed from Central Java, had been evacuated by a team from the Indonesian embassy in Cairo after she was trapped during the Israeli military attacks in the Gaza Strip for more than two weeks.

Saodah had been evacuated by the embassy`s team at 6 pm local time (2 am in Jakarta) on January 22, 2009.

"The team picked up Umi Saodah from the border area in Rafah to Cairo, Egypt, a 2 a.m Indonesian time," Foreign Ministry spokesman Teuku Faizasyah said last week.

He said Umi Saodah could be evacuated after intensive coordination between the Indonesian embassy in Cairo and various parties in Indonesia, Egypt and Palestine.

A member of the Palestinian Reconciliation Committee, Abu Ja`far, handed over Saodah to Muhammad Abdullah, a counsellor at the Indonesian embassy in Cairo, at the gate of the border area in Rafah, he said.

Faizasyah said the evacuation took place after prolonged coordination between the Indonesian embassy and the Palestine Red-Cross and after a ceasefire was reached the warring parties had made conditions in Gaza more conducive.

After the ceasefire was announced, the Indonesian Ambassador to Egypt ordered the team to depart to Rafah to carry out the evacuation on Tuesday, January 20.

Initially, the embassy`s team intended to enter the Gaza Strip but the Egyptian authorities did not allow it for security reasons so that the Indonesian embassy had to coordinate again with other parties to ascertain Saodah`s position. (*)

Link: http://www.antara.co.id/en/arc/2009/1/27/indonesian-worker-trapped-in-gaza-to-arrive-in-jakarta-tuesday/

Fire guts 130 houses in Pasar Baru, Central Jakarta

01/26/09 15:34

Jakarta (ANTARA News) - A fire gutted 130 houses in Pasar Baru, Central Jakarta, on Sunday evening.

The Jakarta Police`s Traffic Management Center reported that the fire broke out most likely due to a firecracker explosion.

Adjunct Commissioner Hariyatmoko of the Jakarta Police said that according to information from several eyewitnesses, the fire started from a firecracker explosion on the second floor of a house in the Pasar Baru area.

The Central Jakarta fire brigade mobilized 25 fire trucks to extinguish the fire raging the crowed Pasar Baru area.
(*)

Link: http://www.antara.co.id/en/arc/2009/1/26/fire-guts-130-houses-in-pasar-baru-central-jakarta/

Keluarga Tunggu Jenazah Korban Kebakaran Depo Plumpang

7/01/09 14:56

Subang (ANTARA News) - Keluarga korban kebakaran tangki premium nomor 24 Depo Plumpang, Jakarta Utara, Jaenudin (22) masih menunggu kedatangan jenazah satu-satunya korban dalam kebakaran yang terjadi sembilan hari lalu (18/1) tanpa kepastian.

"Sampai sekarang jenazahnya belum sampai juga. Kita sudah cape nunggunya," kata bibi sekaligus ibu angkat korban, Rafi`ah, di Subang, Selasa.

Rafi'ah yang tinggal di Dusun Compreng, RT 005/02 Nomor 19, Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, belum mengetahui kapan jenazah Jaenudin tiba. Saudara korban yang bekerja di Jakarta juga belum mengetahui kapan jenazah sampai ke rumah duka.

Dua buah tenda besar sudah didirikan di depan halaman rumah korban sejak  Jaenudin dikabarkan meninggal dunia menjadi korban kebakaran tangki premium Depo Pertamina.

Sedangkan pihak saudara dari berbagai daerah sudah datang ke rumah duka, dan saat ini seluruh saudaranya itu sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

Selain itu, acara tahlilan juga sudah dilangsungkan di rumah duka sejak dikabarkan Jaenudin meninggal dunia.

Jaenuddin merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan almarhum Satori dan Kamilah. Selama bekerja menjadi Satpam di Pertamina Depo Plumpang sejak tiga tahun lalu, ia mengontrak rumah di Tipar Cakung, Jakarta Utara. (*)

Link: http://www.antara.co.id/arc/2009/1/27/keluarga-tunggu-jenazah-korban-kebakaran-depo-plumpang/

Pemerintah Upayakan Asuransi Untuk TKI di Arab Saudi

27/01/09 14:20

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah sedang mengupayakan pemberian asuransi bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi untuk menjamin pemenuhan hak-hak tenaga kerja dari dalam negeri di negara itu.

"Sekarang masih dalam proses. Ada tim dari Departemen Luar Negeri dan tentu saja Departemen Tenaga Kerja yang akan ke sana untuk melihat peraturan yang berlaku tentang asuransi tenaga kerja kita di sana," kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena selama ini sebagian besar masalah tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi terjadi karena tidak adanya jaminan atas gaji mereka selama bekerja di sana.

"Sekitar 82 persen hingga 85 persen masalah TKI kita di sana adalah masalah gaji yang tidak dibayar dan sisanya masalah penyiksaan serta pelecehan seksual. Kalau ada asuransi lokal di Arab Saudi bagi mereka, akan ada yang mengurus gaji mereka jika ada pihak yang tidak membayar gaji mereka," katanya.

Penyelesaian pembayaran gaji tenaga kerja Indonesia oleh asuransi lokal di Arab Saudi, lanjutnya, tentu akan lebih cepat dibandingkan penyelesaian masalah serupa oleh perwakilan pemerintah Indonesia di sana dan hal itu lebih baik bagi tenaga kerja yang bersangkutan.

Mereka tidak harus menunggu lama, hingga beberapa bulan, di Arab Saudi untuk mendapatkan gaji atas pekerjaan yang sudah mereka lakukan.

"Kalau diurus asuransi lokal, masalah mungkin bisa selesai hanya dalam satu minggu jadi mereka yang pembayaran gajinya bermasalah tidak harus menanggung beban psikologis karena menunggu tiga bulan hingga empat bulan di penampungan yang disediakan pemerintah," katanya.

Jumlah tenaga kerja Indonesia yang saat ini bekerja di Arab Saudi menurut data Kedutaan Besar RI di Arab Saudi sebanyak 650 ribu orang namun, masih menurut Salim, pemerintah Arab Saudi mencatat jumlah tenaga kerja Indonesia di negaranya lebih dari 900 ribu orang.

"Dan data mereka mungkin lebih akurat karena mereka mencatat kedatangan semua tenaga kerja Indonesia, termasuk yang tidak punya perjanjian kerja, di bandara," katanya.

Sebagian besar tenaga kerja Indonesia di negara itu berpendidikan rendah dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena tidak memiliki ketrampilan khusus lain.

"Ini yang biasanya menjadi pemicu masalah karena itu sebaiknya kita tidak mengirimkan tenaga kerja tanpa keahlian khusus ke sana," demikian Salim Segaf Al Jufri. (*)

Link: http://www.antara.co.id/arc/2009/1/27/pemerintah-upayakan-asuransi-untuk-tki-di-arab-saudi/

Deplu Minta PJTKI yang Berangkatkan Umi Saodah Di-blacklist

Selasa, 27/01/2009 16:55 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Umi Saodah terjebak di Jalur Gaza selama konflik Palestina-Israel pecah. Departemen Luar Negeri (Deplu) pun meminta PT Amira Prima, PJTKI yang memberangkatkan Umi bertanggung jawab.

"PJTKI harus tanggung jawab secara finansial dan hukum. Kita akan koordinasi dengan Depnaker," kata Direktur Perlindungan WNI Deplu Teguh Wardoyo di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Teguh mengatakan, sebenarnya Deplu tidak memiliki wewenang untuk mengurus kasus Umi Saodah. Karena itu, Deplu menyerahkan sepenuhnya kepada Depnakertrans.

"Kita akan minta blacklist PJTKI yang memberangkatkan Umi. Tapi itu semua terserah Depnakertrans," ujar Teguh.

Teguh mengatakan, berdasarkan keterangan Umi, dirinya berangkat dari Indonesia bersama 14 rekannya sesama TKI. Namun sampai di Yordania, rombongan itu berpisah dan tidak pernah bertemu lagi. (ken/iy)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/165514/1075049/10/deplu-minta-pjtki-yang-berangkatkan-umi-saodah-di-blacklist


Jadi Sasaran Israel, Umi Saodah Ngumpet 3 Minggu

Selasa, 27/01/2009 16:43 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Selama terjebak di Jalur Gaza, Umi Saodah kerap menjadi sasaran senjata Israel. Beruntung, perempuan asal Semarang itu dapat melarikan diri dari penjara yang dibom oleh Israel.

"Penjara tempat saya ditahan dibom. Alhamdulillah saya selamat dan saya lari," cerita Umi setelah kembali ke Indonesia, Selasa (27/1/2009).

Setelah itu, lanjut Umi, dirinya bersembunyi di rumah saudara salah satu rekannya. "Saya sembunyi selama 3 minggu. Itu masih di Jalur Gaza," katanya.

Setelah konflik agak mereda, barulah Umi bisa keluar dari tempat persembunyian. Dari informasi seorang polisi Palestina, Umi pun melapor ke KBRI.

"Katanya saya dicari-cari oleh orang Indonesia, akhirnya saya ke KBRI dan bisa selamat," katanya terharu. (ken/nrl)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/164321/1075039/10/jadi-sasaran-israel,-umi-saodah-ngumpet-3-minggu

Dituduh Curi Perhiasan, Umi Saodah Habiskan Hari-hari di Penjara

Selasa, 27/01/2009 16:36 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Sebelum konflik Palestina-Israel pecah, Umi Saodah menghabiskan hari-harinya di penjara. Umi ditahan karena dituduh mencuri perhiasan majikannya.

"Saya diserahkan ke polisi karena dituduh mencuri," cerita perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, itu di kantor Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Namun Umi mengaku bersyukur karena selama di penjara, dia mendapatkan perlakuan yang cukup baik. "Walaupun di penjara, tapi perlakuannya baik," ujar Umi yang mengenakan jilbab ungu itu.

Umi lalu menceritakan menceritakan, dulu setelah 2 tahun bekerja, paspornya telah habis. Namun saat ingin memperpanjang, majikannya melarang.

"Setelah itu saya tidak digaji lagi," kata Umi sedih. (ken/nrl)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/163655/1075028/10/dituduh-curi-perhiasan,-umi-saodah-habiskan-hari-hari-di-penjara

Umi Saodah Tak Menyangka Ditempatkan di Palestina

Selasa, 27/01/2009 15:54 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta
- Sebelum dipulangkan ke Indonesia, Umi Saodah telah bekerja di Palestina selama lebih dari 8 tahun. Sebelum berangkat, perempuan asal Semarang itu tidak pernah menyangka akan bekerja di daerah konflik itu.

"Saya nggak tahu mau diberangkatkan ke mana. Tahu mau ditempatin di Palestina setelah berangkat," kata Umi Saodah di kantor Departeman Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Saat itu, Umi mengaku tidak peduli di mana dia akan ditempatkan. Umi mengaku hanya ingin bekerja dan menghasilkan uang.

"Dulu mikirnya hanya bagaimana bisa berangkat, yang penting bisa bekerja," ujar perempuan yang saat di Deplu mengenakan jilbab ungu itu.

Lalu apakah setelah terjebak di Jalur Gaza, Umi ingin menjadi TKI lagi? "Saya belum tahu," ujarnya polos. (ken/iy)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/155420/1074976/10/umi-saodah-tak-menyangka-ditempatkan-di-palestina

Tiba di Tanah Air, Umi Saodah Nangis

Selasa, 27/01/2009 15:31 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta
- Umi Saodah, TKI yang terjebak di Jalur Gaza, akhirnya benar-benar bisa bernafas lega. Umi telah tiba di Indonesia dan bertemu keluarganya.

Menurut keterangan Direktur Perlindungan WNI dan TKI Departeman Luar Negeri Teguh Wardoyo, Umi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Selasa (27/1/2009) pukul 13.30 WIB. "Langsung dibawa ke kantor Deplu dan tiba pukul 15.00 WIB," katanya.

Hal itu disampaikan Teguh dalam konferensi pers kedatangan Umi Saodah di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta. Teguh mengatakan, secara resmi, Umi Saodah telah diserahkan kepada keluarganya.

Umi Saodah tampak sangat terharu saat duduk bersama sang ibu, Kartinem. Beberapa kali, perempuan berkerudung ungu dan berblazer hitam itu menitikkan air mata.

Hingga pukul 15.30 WIB, Umi Saodah dan ibunya masih berada di Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Deplu. (ken/iy)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/153101/1074947/10/tiba-di-tanah-air,-umi-saodah-nangis-