26 Januari 2009

Korban Kebakaran Keluhkan Lokasi Penampungan

Senin, 26 Januari 2009 - 14:47 wib

Fahmi Firdaus - Okezone

JAKARTA - Korban kebakaran di sekitar Pasar Baru mengeluhkan kondisi penampungan yang serba terbatas. Imbasnya, banyak warga yang mengalami sakit.

Salah satunya Suci (23), warga RT 10 RW 4 yang turut mengungsi mengeluhkan suasana penampungan. "Saya sampai sore ini belum mandi karena susah air bersih dan sarananya tidak ada," tuturnya kepada okezone di lokasi penampungan yang berada di gudang bekas supermarket, Senin (26/1/2009).

Dia mengungkapkan, kebakaran mengakibatkan rumahnya ludes. Suci mengaku tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Pasalnya, saat peristiwa kebakaran terjadi sebagian besar warga sudah tertidur. "Rumah saya habis Mas, nggak ada yang kebawa," ujarnya lesu.

Dari pantauan, mulai banyak warga korban kebakaran terserang penyakit, terutama usia lanjut dan anak-anak. Hujan dan lingkungan penampungan yang kotor mengakibatkan warga mudah sakit.

Sementara itu bantuan sudah berdatangan seperti dari PMI dan partai politik. "Bantuan sudah ada tapi ala kadarnya sehingga terbatas sedangkan yang ngungsi banyak," kata Suci.

Suci berharap pemerintah setempat dapat memaksimalkan bantuan dan penyediaan fasiltas umum yang mendesak seperti MCK, posko kesehatan dan lainnya.

(ram)


Link: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/26/1/186382/korban-kebakaran-keluhkan-lokasi-penampungan


Trapped worker in Gaza to return Tuesday


The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Mon, 01/26/2009 1:47 PM  |  National

Indonesian worker Umi Saodah, who was trapped in the Gaza Strip, Palestine, will arrive in the capital Tuesday afternoon, a Foreign Ministry official said Monday.

"Indeed, Umi Saodah will return to Indonesia tomorrow," Foreign Ministry director for protection of Indonesian citizens abroad Teguh Wardoyo told tempointeraktif.com.

Saodah is scheduled to arrive at Terminal II of the Soekarno-Hatta International Airport.

"We have also informed the family (about her arrival),"  Wardoyo said.

According to official data, Saodah had left for Palestine eight years ago through a company called PT Andro Meda Jakarta.

Saodah, a Central Javan native, had however initially worked in Jordan as a helper before finally settling in Palestine.

The last information the ministry received about her was that she had been detained for questioning at a local police station in relation to her dispute with her employers.

She was detained not long before the Israeli military operation started on Dec. 27. (amr)


Link: http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/26/trapped-indonesian-worker-return-gaza-tuesday.html


Umi Saodah: Saya Selamat

23/01/2009 17:47 - Konflik Israel-Palestina

Liputan6.com, Jakarta: Umi Saodah, tenaga kerja wanita yang terjebak di Palestina akibat agresi Israel, kini kondisinya baik. "Baik semua," kata Umi kepada reporter Ariyo Ardi melalui sambungan telepon di Liputan 6 Petang, Jumat (23/1). Saat ini, Umi berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir.

Umi mengaku bisa keluar dari Gaza berkat bantuan polisi Palestina, Palang Merah Internasional, serta KBRI di Mesir. Wanita berusia 33 tahun ini belum tahu kapan kembali ke Indonesia. "Baru diusahakan. Insya Allah secepat mungkin," ucap Umi.

Saat ini, keinginan Umi adalah bertemu dengan orangtua dan keluarganya. "Jangan berpikir banyak, karena saya selamat," pesan Umi kepada orangtua dan keluarganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wanita asal Salatiga, Jawa Tengah, itu sudah delapan tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Palestina. Menurut Umi, dia pernah mau pulang ke Indonesia, tetapi sang majikan bilang tidak ada paspor. "Malah saya dituduh mencuri dan dimasukkan ke penjara," kata Umi. "Dia (juga) tidak mau kasih gaji saya." [baca: Deplu: Umi Saodah Sudah Berada di Mesir].(BOG)

Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171820&c_id=9

Umi Saodah: Palestina Bukan Tempat Bekerja

24/01/2009 13:48 - TKI

Liputan6.com, Jakarta: Umi Saodah akan segera pulang. Kabar ini jelas membahagiakan kedua orangtua tenaga kerja Indonesia yang mencari nafkah di Palestina tersebut. Katinem dan Muhammad Yasin, orangtua Umi lantas sujud syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan karena anaknya selamat.

Umi Saodah adalah tenaga kerja wanita asal Jawa Tengah yang sudah delapan tahun bekerja di Palestina. Saat agresi Israel berlangsung, ia terjebak di Gaza dan tidak bisa ke mana-mana. Ketika perang berhenti, ia bisa dievakuasi ke Mesir berkat bantuan polisi dan Palang Merah Palestina.


"Senang, Alhamdulillah, terima kasih pada Yang Maha Kuasa, pemerintah Indonesia dan Palestina". Ucapan syukur ini terlontar dari bibir Katinem dalam Liputan 6 Siang, Sabtu (24/1). Katinem tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat kali pertama berbicara langsung dengan Umi, walau melalui layar kaca, setelah delapan tahun tak bertemu.


"Paspor atau gaji bukan jadi masalah. Yang penting kamu bisa kembali dengan selamat. Rezeki bisa dicari di sini," ungkap Katinem. Sementara Umi menyatakan tidak akan kembali bekerja di Palestina meski kondisi negara itu sudah normal. "Saya tidak akan balik ke Palestina karena di sana bukan tempat kerja. Saya cuma butuh selamat," ujar dia.


Umi mengaku, sebenarnya telah berulang kali mendesak majikannya untuk pulang ke Indonesia. Namun sang majikan tak mengizinkan. Dalam upaya itu, ia malah dituduh mencuri uang milik majikan. Nasib Umi pun berakhir di penjara. "Selama di penjara empat bulan, terjadi perang antara Palestina dan Israel".


Ditambahkan Umi, diperkirakan masih ada TKI lain yang berada di Palestina. "Waktu saya berangkat, ada 15 anak diberangkatkan. Tapi sekarang tidak tahu kabar mereka setelah saya dibawa majikan," tutur Umi [baca: Umi Saodah: Saya Selamat].(YNI)


Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171864&c_id=3


Diduga Akibat Petasan, Ratusan Rumah Terbakar

26/01/2009 05:58 - Kebakaran

Liputan6.com, Jakarta: Ratusan rumah warga di Jalan Pasar Baru Dalam Timur, Jakarta Pusat, Ahad (25/1) malam, ludes dilalap si jago merah. Kebakaran diduga akibat ledakan petasan dalam perayaan tahun baru Imlek.

Kebakaran di permukiman padat penduduk ini terjadi sejak pukul 21.30 WIB. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga yang sedang merayakan malam tahun baru Imlek. Api cepat membesar karena tiupan angin kencang ditambah rumah-rumah yang berdekatan.

Saat kejadian, sejumlah warga mendengar suara letusan petasan. Tiba-tiba api membesar dan merembet ke ratusan rumah warga lainnya. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka.

Sebanyak 25 unit pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sempat kewalahan. Api baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Tak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sembilan rumah kontrakan di Jalan Mandala by Pass, Medan, Sumatra Utara, Ahad (25/1), hangus terbakar. Menurut saksi mata, api berasal dari ledakan kompor di salah satu rumah kontrakan. Api lantas dengan cepat menyambar usaha penjualan bensin eceran di sebelah rumah itu.

Setidaknya enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Meski berada di kawasan padat penduduk, lokasi kebakaran mudah dijangkau sehingga api bisa cepat dipadamkan. Namun, tak satupun barang berharga milik sembilan keluarga penghuni kontrakan bisa diselamatkan.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(BOG/TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171927&c_id=6

Saodah Segera Pulang ke Tanah Air

26/01/2009 18:20 - TKI

Liputan6.com, Kairo:
Umi Saodah, tenaga kerja wanita asal Jawa Tengah yang baru saja dievakuasi dari Jalur Gaza, Palestina, kini dalam perjalanan pulang ke Tanah Air. Kepada SCTV, Senin (25/1), Saodah mengaku berangkatkan ke Palestina bersama 14 TKW lainnya. Namun sejak bekerja di Gaza, ia belum pernah lagi mendengar kabar kawannya tersebut.

Kepulangan Saodah sudah dinantikan sang bunda yang tak lelah berharap sejak mendengar anaknya selamat dari agresi Israel ke Gaza. Sang ibu menginginkan Saodah pulang dengan pemenuhan hak-haknya sebagai tenaga kerja, seperti gaji yang belum dibayarkan selama lima tahun.


Saodah sebenarnya sudah delapan tahun bekerja di Gaza. Bukan gaji yang didapat, dirinya justru dipenjara atas tuduhan mencuri perhiasan pada Agustus 2008. Menurut Saodah, bekerja di Palestina tak semudah dibayangkan. Terbukti belasan tenaga kerja yang berangkat bersama Saodah tak diketahui nasibnya. Duta Besar Indonesia di Mesir, A.M. Fachir, berjanji mencari tahu keberadaan mereka [baca: Umi Saodah: Palestina Bukan Tempat Bekerja].


Besok siang, diperkirakan Saodah sudah bisa berkumpul bersama ibunda tercinta. Cerita Saodah seharusnya tak berhenti sampai di situ. Karena masih banyak TKW lain yang tak seberuntung dirinya tengah berjuang di negeri orang. Ironisnya, tak sedikit dari mereka yang pulang tinggal nama.(IKA/Mauluddin Anwar dan Teguh Hadi Prayitno)


Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171964&c_id=3


Umi Saodah Berhasil Dievakuasi dari Gaza

By Republika Newsroom

Jumat, 23 Januari 2009 pukul 13:14:00
 
JAKARTA -- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terjebak di Jalur Gaza, Umi Saodah berhasil dievakuasi oleh tim KBRI Kairo, ke Kairo, Mesir, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB atau Kamis (22/1) pukul 18.00 waktu setempat. "Tadi pagi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Indonesia berhasil dievakuasi ke Kairo melalui pintu perbatasan Rafah, Mesir," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, di Jakarta, Jumat.

Menurut Faiza, proses evakuasi Umi dilakukan setelah koordinasi yang cukup intens antara KBRI Kairo dengan pihak-pihak terkait di Indonesia, Mesir dan Palestina. Umi Saodah, lanjut dia, diserahterimakan dari Abu Ja'far (Komite Rekonsiliasi Palestina/Ikatan Ulama Palestina) kepada Counsellor KBRI Kairo, Muhammad Abdullah di pintu perbatasan Rafah

Proses evakuasi tersebut dimulai dengan komunikasi yang cukup panjang antara pihak KBRI Kairo dengan Bulan Sabit Merah Palestina, dan setelah memerhatikan situasi yang dinilai cukup kondusif dengan berlakunya gencatan senjata di Gaza, Dubes RI Kairo memerintahkan tim evakuasi untuk segera menuju Rafah, Mesir pada Selasa (20/1), jelasnya.

Semula, lanjut dia, tim KBRI Kairo bermaksud untuk memasuki Jalur Gaza Palestina, namun aparat berwenang Mesir tidak mengizinkan karena alasan keamanan sehingga KBRI Kairo melakukan koordinasi kembali dengan berbagai pihak terutama untuk memastikan lokasi keberadaan Umi Saodah dan melakukan negosiasi kemungkinan evakuasi.

"Demi alasan keamanan, selama agresi Israel di Gaza, keberadaan Umi Saodah yang tinggal bersama keluarga Palestina dirahasiakan," katanya seraya menambahkan bahwa KBRI Kairo selalu berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah Palestina, Bulan Sabit Merah Mesir, Aparat Keamanan dan Kehakiman Gaza di Palestina, dan MER-C Indonesia.

Faiza juga mengatakan bahwa koordinasi juga dilakukan dengan pihak kehakiman di Gaza guna memastikan izin evakuasi, mengingat status Umi Saodah masih dalam proses hukum dan tidak memiliki dokumen perjalanan. Dalam proses ini, nama harum Indonesia sebagai pendukung tradisional Palestina, berikut tingginya solidaritas dan semangat masyarakat Indonesia dalam membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina menjadi salah satu kunci yang memudahkan evakuasi Umi Saodah ke Kairo.

Pemulangan Umi Saodah ke Indonesia akan dilakukan segera setelah semua proses diselesaikan. Umi Saodah yang berasal dari Semarang berangkat ke Yordania pada 2000 lalu untuk bekerja sebagai TKW. Namun ia justru bekerja pada seorang majikan di Palestina.

Selama delapan tahun bekerja, Umi Saodah hanya mengirimkan gaji selama 3 tahun pertama (2000-2002) kepada keluarganya dengan jumlah total sebesar 20 juta rupiah. Kemudian sejak akhir 2008, Umi Saodah justru dipenjara di Saraya Reform and Rehabilitation Center di Kota Gaza karena tuduhan mencuri perhiasan majikannya.

Keberadaannya sempat menjadi tanda tanya ketika terjadi serangan Israel ke kawasan itu pada 27 Desember 2008.
Muh Yasmin (59), ayah kandung Umi Saodah beberapa waktu lalu saat bertemu dengan Menakertrans Erman Suparno meminta pemerintah bisa memulangkan Umi Saodah.

"Kami mohon bantuannya agar Umi Saodah bisa pulang dengan selamat. Tiap malam ibunya selalu menangis karena sudah delapan tahun dia tidak pulang," kata Yasmin.

Pada kesempatan itu Menakertrans mengakui terdapat beberapa kasus penempatan TKI di luar negara tujuan penempatan yang terlarang, terutama di daerah konflik seperti Irak dan Palestina. Ke depan, lanjut dia, Depnakertrans akan memperketat pengawasan terhadap penempatan TKI ke luar negeri, termasuk memberikan sanksi tegas kepada PJTKI yang nakal. ant/is

Link: http://www.republika.co.id/berita/27665.html

Petasan Imlek Bakar 130 Rumah

Republika Newsroom

Senin, 26 Januari 2009 pukul 03:56:00
 
JAKARTA -- Sebanyak 130 rumah terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Minggu malam di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan yang dimuat Traffic Management Center Polda Metro Jaya, penyebab kebakaran di Gang Brijo, Pasar Baru Timur Dalam, yang terjadi sejak pukul 22.30 WIB itu diduga akibat ledakan petasan.

Petugas Patwal Polda di lokasi kebakaran, AKP Hariyatmoko, mengatakan berdasarkan keterangan sementara dari para saksi, kebakaran dimulai dari sebuah ledakan petasan di lantai dua rumah seorang warga.

Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB setelah Suku Dinas Pemadan Kebakaran Jakarta Pusat mengerahkan 25 unit mobil pemadam kebakaran.

Menurut Hariyatmoko, saat ini api sudah padam di kawasan padat penduduk itu dan hanya menyisakan asap yang masih terlihat.

Saat ini polisi masih melakukan pengamanan di kawasan Pasar Baru Timur Dalam itu karena masih banyak warga berkerumun menyaksikan peristiwa kebakaran tersebut. - ant/ah

Link: http://www.republika.co.id/berita/27981.html

Trapped Indonesian worker to return from Gaza on Tuesday

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Mon, 01/26/2009 1:47 PM  |  National

Indonesian worker Umi Saodah, who has been trapped since fighting broke out in late December in the Gaza Strip, Palestine, will touch down in Jakarta on Tuesday afternoon, a Foreign Ministry official said Monday.

"Umi Saodah will return to Indonesia tomorrow," Foreign Ministry director for protection of Indonesian citizens abroad Teguh Wardoyo told tempointeraktif.com.

Saodah is scheduled to arrive at Terminal II of Soekarno-Hatta International Airport.

"We have also informed the family [about her arrival],"  Wardoyo said.

According to official data, Saodah had left for Palestine eight years ago with the help of a company called PT Andro Meda Jakarta.

Saodah, originally from Central Java, had, however, initially worked in Jordan as a domestic helper before moving to work in Palestine.

The latest information the ministry has received about her was that she had been detained for questioning at a local police station because of a dispute she had with her employers.

She was detained not long before the Israeli military operation started on Dec. 27. (amr)


Link: http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/26/trapped-indonesian-worker-return-gaza-tuesday.html


10 Ribu TKI Diberangkatkan Ke Malaysia

Jum, Jan 23, 2009

Medan ( Berita ) : Pihak Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut menargetkan akan memberangkatkan sebanyak 10 ribu TKI ke Malaysia pada tahun 2009.


Kepala BP3TKI Sumut, H. Sumadi di Medan, Jumat [23/01] , mengatakan, pihaknya akan lebih memfokuskan penempatan TKI itu di sektor formal, perusahaan perkebunan dan elektronik.


Untuk mencapai tujuan itu, pihaknya akan melakukan pengetatan terhadap persyaratan calon TKI yang akan diberangkatkan ke negara jiran tersebut. TKI yang tidak memenuhi persyaratan untuk bekerja, tidak akan diberikan izin keberangkatan agar tidak menimbulkan komplain dari perusahaan yang menampungnya. "Berbeda dengan dulu, kalau ada kekurangan sedikit masih dapat dimaklumi dan diberangkatkan," katanya.


Ia menambahkan, secara kuantitas jumlah target pemberangkatan tahun 2009 itu menurun, jika dibandingkan tahun 2008 yang mengirimkan sebanyak 14.377 TKI.


Secara finansial, jumlah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang akan didapatkan dari pemberangkatan TKI asal Sumut juga akan berkurang.


Namun, kata Sumadi, dari sisi lain, jumlah remiten atau uang kiriman gaji akan bertambah besar karena penggajian TKI juga akan semakin meningkat disebabkan lebih berkualitas.


Untuk merealisasikannya, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Malaysia akan melakukan perundingan dengan Pemerintah Malaysia agar penggajian terhadap TKI itu dapat ditingkatkan. Dengan demikian, pola pengiriman TKI ke luar negeri lebih mementingkan unsur kualitas dari pada kuantitas, katanya. ( ant )


Link: http://beritasore.com/2009/01/23/10-ribu-tki-diberangkatkan-ke-malaysia/