26 Januari 2009

TKI Yang Terjebak Di Gaza Berhasil Dievakuasi

Jum, Jan 23, 2009

Jakarta ( Berita ) : Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terjebak di Jalur Gaza, Umi Saodah berhasil dievakuasi oleh tim KBRI Kairo, ke Kairo, Mesir, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB atau Kamis (22/1) pukul 18.00 waktu setempat.


"Tadi pagi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Indonesia berhasil dievakuasi ke Kairo melalui pintu perbatasan Rafah, Mesir," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, di Jakarta, Jumat [23/01] .


Menurut Faiza, proses evakuasi Umi dilakukan setelah koordinasi yang cukup intens antara KBRI Kairo dengan pihak-pihak terkait di Indonesia, Mesir dan Palestina.


Umi Saodah, lanjut dia, diserahterimakan dari Abu Ja'far (Komite Rekonsiliasi Palestina/Ikatan Ulama Palestina) kepada Counsellor KBRI Kairo, Muhammad Abdullah di pintu perbatasan Rafah


Proses evakuasi tersebut dimulai dengan komunikasi yang cukup panjang antara pihak KBRI Kairo dengan Bulan Sabit Merah Palestina, dan setelah memperhatikan situasi yang dinilai cukup kondusif dengan berlakunya gencatan senjata di Gaza, Dubes RI Kairo memerintahkan tim evakuasi untuk segera menuju Rafah, Mesir pada Selasa (20/1), jelasnya.


Semula, lanjut dia, tim KBRI Kairo bermaksud untuk memasuki Jalur Gaza Palestina, namun aparat berwenang Mesir tidak mengizinkan karena alasan keamanan sehingga KBRI Cairo melakukan koordinasi kembali dengan berbagai pihak terutama untuk memastikan lokasi keberadaan Umi Saodah dan melakukan negosiasi kemungkinan evakuasi.


"Demi alasan keamanan, selama agresi Israel di Gaza, keberadaan Umi Saodah yang tinggal bersama keluarga Palestina dirahasiakan," katanya seraya menambahkan bahwa KBRI Kairo selalu berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah Palestina, Bulan Sabit Merah Mesir, Aparat Keamanan dan Kehakiman Gaza di Palestina, dan MER-C Indonesia.


Faiza juga mengatakan bahwa koordinasi juga dilakukan dengan pihak kehakiman di Gaza guna memastikan izin evakuasi, mengingat status Umi Saodah masih dalam proses hukum dan tidak memiliki dokumen perjalanan.


Dalam proses ini, nama harum Indonesia sebagai pendukung tradisional Palestina, berikut tingginya solidaritas dan semangat masyarakat Indonesia dalam membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina menjadi salah satu kunci yang memudahkan evakuasi Umi Saodah ke Kairo. Pemulangan Umi Saodah ke Indonesia akan dilakukan segera setelah semua proses diselesaikan.


Umi Saodah yang berasal dari Semarang berangkat ke Yordania pada 2000 lalu untuk bekerja sebagai TKW. Namun ia justru bekerja pada seorang majikan di Palestina. Selama 8 tahun bekerja, Umi Saodah hanya mengirimkan gaji selama 3 tahun pertama (2000-2002) kepada keluarganya dengan jumlah total sebesar 20 juta rupiah.


Kemudian sejak akhir 2008, Umi Saodah justru dipenjara di Saraya Reform and Rehabilitation Center di Kota Gaza karena tuduhan mencuri perhiasan majikannya. Keberadaannya sempat menjadi tanda tanya ketika terjadi serangan Israel ke kawasan itu pada 27 Desember 2008.


Muh Yasmin (59), ayah kandung Umi Saodah beberapa waktu lalu saat bertemu dengan Menakertrans Erman Suparno meminta pemerintah bisa memulangkan Umi Saodah. "Kami mohon bantuannya agar Umi Saodah bisa pulang dengan selamat. Tiap malam ibunya selalu menangis karena sudah delapan tahun dia tidak pulang," kata Yasmin.


Pada kesempatan itu Menakertrans mengakui terdapat beberapa kasus penempatan TKI di luar negara tujuan penempatan yang terlarang, terutama di daerah konflik seperti Irak dan Palestina.


Ke depan, lanjut dia, Depnakertrans akan memperketat pengawasan terhadap penempatan TKI ke luar negeri, termasuk memberikan sanksi tegas kepada PJTKI yang nakal. ( ant )


Link: http://beritasore.com/2009/01/23/tki-yang-terjebak-di-gaza-berhasil-dievakuasi/


Kepala BNP2TKI Tandatangani MoU Dengan Tiga Stikes

Sab, Jan 24, 2009


Nasional

Jakarta ( Berita ) : Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Jumat [23/01], menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pimpinan tiga Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) untuk menyediakan perawat dan pengasuh jompo yang akan bekerja di luar negeri.


Jumhur mengatakan banyak permintaan tenaga kerja formal bidang kesehatan, khususnya tenaga perawat (nurse) dan pengasuh jompo (careworker) dari negara-negara Asia Pasifik, Timur Tengah dan Amerika.


Ia mencontohkan Jepang pada 2008 memberi kuota sebanyak 1.000 perawat dan pengasuh jompo tetapi yang baru bisa dipenuhi sebanyak 208 orang TKI sehingga masih tersedia untuk 792 orang.


Untuk tahun 2009, permintaan tenaga perawat dan pengasuh jompo selain datang dari Jepang, ada dari Hong Kong, Australia, Selandia Baru, AS, Kanada, Kuwait, Yordania, dan negara-negara lain. "Jumlahnya luar biasa besar sehingga perlu kerja keras memenuhi permintaan dari negara-negara tersebu," kata Jumhur.


Untuk memenuhi permintaan yang sangat besar itu, menurut Jumhur, BNP2TKI membuka peluang bagi Stikes menyediakan program pengadaan perawat untuk bekerja sama menyalurkan lulusannya.


Tiga Stikes di Jakarta yang hari itu menandatangani MoU dengan BNP2TKI adalah Lembaga Pelatihan dan Pengembangan (LPP) Matoa, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika, dan Akademi Keperawatan Andakara.


Salah satu bunyi MoU itu adalah kerja sama kemitraan yang mencakup peningkatan kapasitas program pendidikan, pelatihan, serta penyiapan kompetensi calon TKI bidang keperawatan dan tenaga profesi kesehatan lainnya. "Dalam MoU, BNP2TKI mendukung penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan calon TKI sedangkan pihak Stikes menyediakan alumni tenaga kesehatan yang telah dididik dan dilatih untuk memenuhi permintaan TKI terampil," kata Jumhur.


Kepala BNP2TKI tetap membuka kesempatan bagi Stikes lain untuk bekerja sama menyediakan calon TKI perawat maupun pengasuh jompo. "Permintaan yang cukup besar tidak mungkin dipenuhi hanya oleh 3 lembaga pendidikan kesehatan. Karena itu kami siap menjalin kerja sama dengan Stikes lain," katanya. ( ant )


Link: http://beritasore.com/2009/01/24/kepala-bnp2tki-tandatangani-mou-dengan-tiga-stikes/


Pasca Kebakaran Pusat Pasar Kabanjahe Beroperasi Kembali

25 Januari 2009

Kabanjahe (SIB)
Pusat Pasar Kabanjahe yang terbakar, Senin (22/12) dini hari lalu, telah dioperasikan kembali oleh para pedagang demi mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pedagang berjualan di reruntuhan puing-puing bekas kebakaran itu, Sabtu (24/1).

Kepada pers, Jusup Sempada Sembiring (48) pedagang tembakau, saat ditemui di kiosnya, mengakui bahwa dia sudah mengoperasikan dagangannya. "Pengoperasian itu terpaksa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Secara bersamaan J Sinuhaji (35) pedagang buah pisang dan Rina br Ginting (32) pedagang kain, juga mengakui alasan mereka mengoperasikan puing-puing kios itu adalah untuk mencukupi kebutuhan "perut sejengkal".

Disinggung harapan para pedagang kepada Pemkab Karo, Sinuhaji dan Rina yang telah mengoperasikan kiosnya, mengharapkan pihak Pemkab untuk segera membangun kios-kios yang telah terbakar itu dan memprioritaskan pedagang lama.

Amatan wartawan, telah berlangsung transaksi-transaksi pasar, khususnya barang-barang sembako dan kebutuhan sehari-hari, sementara pedagang sebagian telah mulai membangun kios-kios yang terbakar dengan kondisi seadanya mengantisipasi kebutuhan konsumen dan hasil-hasil pertanian dari penjuru pedesaan sudah berlangsung setiap pagi. (M31/y)

Link: http://hariansib.com/2009/01/25/pasca-kebakaran-pusat-pasar-kabanjahe-beroperasi-kembali/

Deplu Masih Proses Pemulangan Umi Saodah

Jumat, 23/01/2009 13:50 WIB

Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Nasib TKW Umi Saodah yang terjebak di Gaza, Palestina kini telah jelas. Yang bersangkutan telah berhasil dibawa dari kota itu dan sekarang berada di Mesir. Deplu sedang memproses pemulangannya.
 
"Sekitar pukul 02.00 pagi waktu Indonesia, Umi sudah aman di Mesir, dibantu Palang Merah Palestina" kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (23/1/2009).
 
Pihak Deplu pun telah melakukan kontak dengan Umi. "Saat di Gaza tempat persembunyiannya tidak bisa kita sebutkan, karena dikhawatairkan jada sasaran Israel," jelasnya.
 
Umi masuk ke Gaza secara ilegal karena dibawa majikannya. Kini tengah diproses pemulangan Umi ke Indonesia, termasuk diurus pula proses pembayaran oleh majikannya.
 
"Tinggal kondisi fisik dan psikologis saja, kalau sudah siap akan kita pulangkan," tandasnya.

(ndr/iy)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/23/135007/1073367/10/deplu-masih-proses-pemulangan-umi-saodah

Hadapi Malaysia, Diplomasi RI Masih Lemah

Minggu, 25/01/2009 09:39 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews


Kuala Lumpur - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia seringkali tertimpa berbagai persoalan. Bahkan persoalan yang muncul tersebut tidak jarang membuat hubungan Indonesia dengan negeri Petronas tersebut menjadi pasang surut.

Namun sayangnya, selama ini peran diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi sejumlah persoalan TKI di Malaysia dianggap masih lemah.

"Peran diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia seperti ketika ada masalah-masalah TKI masih kurang. Ini juga menjadi gejala umum dalam semua diplomasi pemerintah RI di luar negeri,seperti kurang proaktif, tidak ada kreasi terobosan dan kurang lobi," ujar Ketua DPP PKS Shohibul Iman dalam dialog bedah buku platform PKS di Kuala Lumpur, Sabtu (24/1/2009).

Iman mencontohkan masih banyaknya kasus-kasus yang menimpa TKI di Malaysia balum mendapat perhatian ataupun advokasi yang signifikan dan menyeluruh. Hanya pada kasus-kasus tertentu yang mendapat perhatian media.

Contoh lain, dia menambahkan, klaim sejumlah kesenian dan budaya Indonesia oleh Malaysia yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal sejumlah kesenian tersebut masih diklaim dan digunakan Malaysia dalam promosi pariwisata negeri jiran tersebut.

"Ada dua diplomasi yang bisa dilakukan pemerintah sebenarnya, yaitu diplomasi kekeluargaan dan diplomasi jalur hukum. Kalau diplomasi kekeluargaan tidak berhasil, maka seharusnya pemerintah tegas membawa kepada jalur hukum. Karena ini masalah kekayaan intelektual dan budaya. Dibawa ke jalur hukum ini jangan dipahami sebagai ketegangan yang berlebihan, tapi sebagai sikap tegas pemerintah," cetus Iman.

Karena itu menurut dia, elemen masyarakat harus terus mendorong agar pemerintah Indonesia lebih proaktif dan kreatif dalam upaya lobi dan diplomasi penyelesaian berbagai persoalan kedua negara.

Meski demikian, Iman juga mengatakan, kekuatan diplomasi yang tegas dari pemerintah Indonesia jangan menjadikan Malaysia sebagai kawan yang tidak baik.

"Tetap kedua negara serumpun ini harus berhubungan baik. Tidak ada alasan tidak berhubungan baik. Kalau dengan negara yang beda budaya saja bisa berhubungan baik, kenapa dengan yang serumpun tidak," imbuhnya.

(rmd/mad)               

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/25/093947/1073966/10/hadapi-malaysia,-diplomasi-ri-masih-lemah

Api Mengamuk di Perkampungan Pasar Baru, 25 Damkar Dikerahkan

Minggu, 25/01/2009 22:31 WIB

Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Api mengamuk di perkampungan di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebanyak 25 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

"Api muncul jam 21.30 WIB. 25 Unit dikerahkan," ujar petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Sudiyono kepada detikcom, Minggu (25/1/2008) pukul 22.20 WIB.

Menurutnya, api mengamuk di perkampungan, tepatnya di Pasar Baru Timur Dalam, Jakarta Pusat. Hingga pukul 22.20, petugas masih berjibaku dengan jilatan api. (nwk/nwk)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/25/223143/1074158/10/api-mengamuk-di-perkampungan-pasar-baru,-25-damkar-dikerahkan

Kurangi Ketergantungan, Malaysia Bebaskan Pendatang Ilegal Mudik

Senin, 26/01/2009 06:53 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews      

Kuala Lumpur - Malaysia tampaknya gerah dengan banyaknya pendatang ilegal yang bekerja di negaranya. Untuk mengurangi ketergantungan, Malaysia membebaskan tenaga kerja ilegal untuk mudik dengan suka rela. Tanpa dikenai tindakan hukum.

"Ada hampir 1,2 juta pendatang tanpa izin di negara ini, mayoritasnya dari Indonesia dan kita berharap melalui langkah ini akan dapat mendorong mereka pulang ke negara asal," kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Syed Hamid Albar, sebagaimana dilansir dari Berita Harian, Senin (26/1/2009).

Hamid mengatakan, kebijakan tersebut juga terkait dengan krisis ekonomi global yang juga menerpa Malaysia. Kebijakan itu sama seperti yang pernah dilakukan pemerintah Malaysiam, melalui program pengampunan ulang selama empat bulan yang dilakukan pada Oktober 2004.

Saat itu, lebih dari 400 ribu TKI ilegal pulang ke Indonesia, setelah pemerintah Malaysia mengadakan program pengiriman balik.

Melalui program itu pula, pemerintah Malaysia dapat menghemat lebih dari RM 2 juta atau Rp 6,4 miliar. Karena tidak perlu mengadakan operasi menahan pendatang ilegal sebelum diadili di pengadilan, lalu dihantar pulang ke negara asal.

Prosedurnya, Hamid menjelaskan, pendatang ilegal hanya perlu membawa dokumen dari kedutaan masing-masing serta tiket pulang ke Kantor Imigrasi. Mereka hanya akan dikenakan biaya sebanyak RM 400 dan RM 100 untuk pass khusus.

Kemudian mereka akan diperbolehkan meninggalkan Malaysia tanpa dikenakan tindakan apa pun. Meskipun menurut UU Imigrasi tahun 2004, membenarkan penangkapan dan pemenjaraan mereka sebelum diantar pulang ke negara asal.

Program tersebut akan diberlakukan di seluruh Malaysia pada Februari 2009. Utamanya di Sabah, yang disebut-sebut terdapat jumlah pendatang ilegal paling banyak.

"Kita menginginkan mereka menyerahkan diri secara sukarela tetapi operasi menahan pendatang tanpa izin tetap dilakukan Rela dan Kantor Imigrasi. Mereka yang ditahan pihak berkuasa akan dikenakan tindakan berdasarkan UU Imigrasi dan dihadapkan ke pengadilan," imbuh Hamid.

Oleh karena itu, lanjutnya, dia meminta semua pendatang ilegal menyerahkan diri di Kantor Imigrasi. "Dan dengan rela hati pulang sehingga tidak perlu berhadapan dengan undang-undang," tandasnya. (rmd/nwk)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/26/065331/1074204/10/kurangi-ketergantungan,-malaysia-bebaskan-pendatang-ilegal-mudik

130 Rumah Hangus Terbakar di Pasar Baru

Senin, 26/01/2009 08:59 WIB

Gagah Wijoseno - detikNews

Jakarta - Kebakaran yang mengamuk di daerah Pasar Baru Timur Dalam, Jakarta Pusat, tergolong besar. Bagaimana tidak, ratusan rumah hangus dalam kebakaran yang dipicu oleh ledakan petasan itu.

Informasi yang diperoleh detikcom dari situs TMC Polda Metro Jaya, Senin (26/1/2009), bangunan yang terbakar mencapai 130 rumah.

Api yang mulai muncul pukul 21.30 WIB malam tadi mengamuk selama kurang lebih 2 jam dan baru bisa dipadamkan sekitar 23.25 WIB. Dalam tempo yang tergolong singkat api dapat menyebar cepat sehingga rumah yang terbakar sangat banyak.

"Api cepat menyebar, diduga karena petasan," kata Petugas Patwal Polda AKP Hariyatmoko.

Walaupun kerugian materi tergolong besar, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ledakan petasan diduga berasal dari lantai 2 Ibu Misa itu. (gah/nwk)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/26/085940/1074240/10/130-rumah-hangus-terbakar-di-pasar-baru

Lepas dari Gaza, Umi Saodah Dikabarkan Pulang ke RI Selasa 27 Januari

Senin, 26/01/2009 10:12 WIB

Alfian Banjaransari - detikNews

Jakarta - Umi Saodah, tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang sempat terjebak di Gaza, Palestina dikabarkan akan bertolak dari Kairo, Mesir menuju Tanah Air, Selasa 27 Januari 2009. Umi yang asal Semarang tersebut pulang setelah selama dievakuasi dari Gaza, Palestina pada Kamis 22 Januari 2009.

Meski demikian, ketika dimintai konfirmasi, juru bicara Departemen Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengaku belum mengetahui secara persis kapan Umi akan dipulangkan. "Belum ada konfirmasi dari KBRI Kairo," jelasnya ketika dihubungi detikcom, Senin (26/1/2009).

"Kebetulan karena hari libur, jadi saya belum terima kabar. Mungkin juga karena beda enam jam (dari waktu Kairo)," tambahnya.

Lebih lanjut, Faizasyah menjelaskan bahwa kondisi perempuan berusia 33 tahun tersebut baik-baik saja. 'Keadaannya baik, dia tidak apa-apa," imbuhnya.

Lantas, bagaimana kisahnya hingga Umi dapat bekerja di wilayah rawan konflik seperti Palestina? "Yang saya tahu dia diajak majikannya. Awalnya dia tidak bekerja di sana (Palestina). Tapi untuk detailnya, tentu hanya dia yang bisa menjelaskan," ungkap Faiza diplomatis.

Nama Umi Saodah sempat menghiasi media massa di Indonesia beberapa waktu lalu ketika Israel tengah melancarkan agresinya di Jalur Gaza, Palestina. Atas bantuan sejumlah pihak, antara lain KBRI Mesir dan Bulan Sabit Palestina, akhirnya Umi Saodah dapat dievakuasi dari Gaza.

(alf/nwk)

Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/26/101231/1074252/10/lepas-dari-gaza,-umi-saodah-dikabarkan-pulang-ke-ri-selasa-27-januari

Setiap Hari Ada Saja TKI Melapor di-PHK

Senin, 26/01/2009 10:45 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews

Kuala Lumpur - Dampak krisis global terus 'menghantui' negara-negara di dunia. Di Malaysia, dampaknya sudah terasa sejak akhir tahun 2008 lalu, terutama terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negeri jiran tersebut.

Bahkan hampir setiap hari selalu ada TKI yang mengadukan nasibnya yang telah di-PHK ke perwakilan Indonesia di Kuala Lumpur.

"Setiap minggu, setiap hari, selalu saja ada TKI yang datang ke KBRI. Mereka melaporkan kalau telah di-PHK oleh perusahaan mereka," ujar Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh Hendro Cahyono saat berbincang dengan detikcom di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/1/2009).

Teguh mengatakan, jumlah TKI yang di-PHK di Malaysia sejak Desember 2008 berdasarkan data KBRI Kuala Lumpur mencapai 3 ribu lebih. Menurutnya, angka tersebut kemungkinan bisa bertambah diatas 5 ribu karena banyaknya TKI yang tidak melapor.

Teguh menjelaskan, sejak krisis ekonomi global semakin besar terasa akhir tahun lalu, sejumlah perusahaan di Malaysia melakukan langkah-langkah penyesuaian. Langkah-langkah tersebut seperti mengurangi jam atau hari kerja, menghentikan atau tidak memperpanjang kontrak kerja TKI yang sudah habis, dan tidak lagi mendatangkan pekerja baru.

"Karena faktor permintaan menurun 10-60 persen. Pengiriman TKI pun sekarang menurun drastis. Terutama untuk kerja di pabrik dan jasa. Kalau ladang relatif lebih stabil," pungkas Teguh. (rmd/nwk)


Link: http://www.detiknews.com/read/2009/01/26/104501/1074261/10/setiap-hari-ada-saja-tki-melapor-di-phk